Jumat, 13 Februari 2015

Pramuka



simpul ikatan dan jerat pramuka 

 di atas tadi gambar berbagaii simpul dan ikatan
Beberapa jenis tali yang digunakan umumnya pada kepramukaan adalah tali yang terbuat dari bahan nylon, yang mempunyai kelemahan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:
a. Ringan dan mudah diatur
b. Mudah dibuat simpul dengan kekuatan tarik yang merata
c. Mempunyai elastisitas yang tinggi dan meredan sentakan
d. Menyerap sedikit air
Serta kekurangan dari nylon yaitu:
a. Tidak tahan terhadap panas
b. Mudah meleleh pada temperature yang tinggi
Agar tali tahan lama dan dapt dipergunakan untuk jangka waktu yang panjang tali harus dan perlu diberi perlakuan khusus setelah dipakai kegiatan. Lakukan beberapa langkah berikut untuk pemeliharaan tali:
1. Kotoran/kerikil yang melekat pada tali dicuci dengan air dingin (tidak tahan terhadap panas) dan dikeringkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung (diangin-anginkan).
2. Tali harus dijauhkan dari bahan-bahan yang merusak tali, misalnya; air accu, oil, minyak, bahan-bahan kimia,dll.
3. Penyimpanan tali pada tempat/ruangan tertentu yang terhindar dari cahaya matahari secara langsung, dan diusahakan sirkulasi udara lancar dengan kelembaban rendah.
4. Tali disimpan dalam keadaan kering dan digantung dalam bentuk lingkaran atau gulungan yang secara sederhana dan mudah diurai kembali
Hasil bentukan dari tali, yaitu terdiri dari: simpul, ikat dan jerat. Simpul, ikatan, maupun jerat yang baik dan benar adalah simpul, ikatan, dan jerat yang dapat digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas dan mudah untuk dilepas kembali. Dan kita akan membahasnya satu persatu.
A. SIMPUL
Simpul merupakan hasil bentukan dari tali atau dua utas tali. Macam-macam dari simpul yaitu:
1. Simpul hidup/ topi
Fungsi : Gunanya Untuk mengikat tiang.
2. Simpul mati
Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin.
3. Simpul pangkal
Fungsi : Gunanya untuk permulaan ikatan untuk mengikat tali pada tiang/kayu.
4. Simpul jangkar
Fungsi : Gunanya Untuk membuat tanduk darurat atau mengikat ember/timba.
5. Simpul Tarik
Fungsi : Gunanya Untuk turun kejurang atau dari atas pohon.
6. Simpul Laso
Fungsi :gunanya untuk mengikat leher binatang
7. Simpul Anyam
Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering.
8. Simpul Anyam Berganda
Fungsi :gunnanya untuk menyambung dua utas tali yang ukurannya tidak sama besar yang basah dan atau tidak licin
9. Anyaman rantai
Fungsi :gunanya untuk memendekkan tali
NB : 9 nomer di atas yang termasuk 10 simpul dasar
10. Simpul Ujung Tali
Fungsi : Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.
11. Simpul Tiang
Fungsi : Gunanya Untuk mengikat benda hidup/leher binatang agar yang diikat tidak terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada pohon agar binatang itu dapat bergerak bebas.
12. Simpul Kembar/Nelayan
Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin dan basah
13. Simpul Erat
Fungsi : Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.
14. Simpul Tambat
Fungsi : Gunanya Untuk memulai ikatan dan digunakan untuk menyeret balok.
15. Simpul Penarik
Fungsi : Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.
16. Simpul Gulung
Fungsi : Gunanya Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang lain dapat membantu menarik.
Gambar (step)
17. Simpul Kursi
Fungsi : Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan .
18. Simpul Pengunci
Fungsi : simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut.
19. Simpul Prusik
Fungsi :gunanya untuk naik tali
20. Simpul Tiang Berganda
Fungsi :Gunanya Untuk mengangkat atau menurunkan benda/manusia.
21. Simpul Tangga Tali
Fungsi : Gunanya Untuk membuat tangga tali.
B. IKATAN
Ikatan merupakan bentukan tali yang digunakan untuk mengikat dua benda. Macam-macam dari ikatan yaitu:
1. Ikatan Kaki Tiga
Fungsi : Untuk mengikat tiga tiang dalam pembuatan kaki tiga, jemuran.
2. Ikatan Palang
Fungsi : Untuk mengikat dua tiang yang bersilangan denga sudut 90 (siku-siku)
3. Ikatan Silang
Fungsi : Untuk mengikat dua buah tiang yang bersilangan tidak berbentuk siku.
4. Ikatan Sambung Tongkat
Fungsi : Untuk menyambung dua tiang agar lebih panjang.
5. Ikatan Canggah
Fungsi : Digunakan untuk mengikat dua tiang dalam pembuatan kuda-kuda.
C. JERAT
Jerat merupakan bentukan tali dari benda dengan tali. Macam-macam dari jerat yaitu:
1. Jerat Tiang Dua Mata
2. Jerat Bermata Tiga
3. Jerat Laso
4. Jerat Delapan
5. Jerat Tangga
6. Jerat Tambat
7. Jerat Kupu-Kupu



Ikatan Tangga


Ikatan tangga adalah ikatan yang digunakan saat membuat tangga tali. Dalam bahasa Inggris disebut marlin spike. 
 

Ikatan Kaki Tiga


Sesuai namanya, ikatan kaki tiga gunanya untuk mengikat tiga buah tongkat untuk membuat kaki tiga.
Jika digunakan 2 tongkat, maka caranya seperti ini:

Menyambung Dua Tongkat


Ikatan yang digunakan untuk menyambung dua tongkat disebut round lashing. Ikatan ini diawali dan diakhiri dengan ikatan pangkal.
Untuk menambah kekuatan sambungan, ikatan dibuat di dua tempat seperti ini:

Ikatan Palang

Ikatan palang berguna untuk mengikat 2 benda/ tongkat yang posisinya tegak lurus atau mendekati tegak lurus.

Ikatan Silang

Ditulis pada 19 November 2013
Simpul tiang digunakan untuk mengikat 2 tongkat/ batang yang tidak membentuk sudut tegak lurus.

Jerat Kembar/ Jerat Inggris


Jerat kembar (double fisherman lashing) digunakan untuk menyambung dua tali yang sama besar.

Simpul Tiang


Simpul tiang (bowline knot) menhasilkan loop tali yang tidak bisa membesar/ mengecil lagi. Kegunaannya antara lain:
§  Menambatkan tali pada tiang/ benda.
§  Mengikat leher binatang agar tidak tercekik.
§  Jika 2 simpul tiang dihubungkan bisa juga digunakan untuk menyambung tali.
Cara membuat simpul tiang:

Simpul Dasar


Ada 8 simpul dasar yang perlu kamu kuasai dalam mempelajari tali temali.

Overhand Knot

Overhand knot adalah simpul paling sederhana yang dibuat dari seutas tali. Kegunaannya untuk menjaga ujung tali agar tidak terurai dan bisa juga menjadi stoper (simpul yang membuat tali tidak bisa melewati lubang). Baca lebih lanjut 

Simpul Anyam (Sheet Bend)


Simpul anyam dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama sheet bend. Kegunaan simpul anyam adalah untuk menyambung 2 tali khususnya yang berbeda ukuran. Jika perbedaan ukuran terlalu besar, maka digunakan simpul anyam ganda (double sheet bend).
Cara membuat simpul anyam:
Buat loop dengan tali yang lebih besar diameternya (biru). Lalu masukkan ujung tali yang lebih kecil (merah) melalui bagian bawah lubang yang terbentuk. Tarik secukupnya untuk melingkarkan melalui bagian bawah tali berwarna biru. Baca lebih lanjut 

Simpul Hidup


Simpul hidup (noose knot) berguna untuk mengikatkan tali pada tiang. Kegunaan lainnya adalah untuk menjerat atau membuat jebakan bagi hewan-hewan kecil. Bagian lengkungan (loop) pada simpul hidup bisa membesar dan mengecil sehingga jika digunakan untuk mengikatkan tali pada tiang akan mudah saat melepaskannya. Inilah alasan kenapa simpul ini dinamakan simpul hidup. Sedangkan pada simpul mati (square knot) bagian lengkungan (loop) yang terbentuk tidak bisa membesar atau mengecil lagi.
Karena sifatnya itulah simpul hidup tidak boleh digunakan untuk mengikat leher binatang, apalagi pada leher manusia. Jika ditarik, simpul hidup bisa menjerat leher dan membahayakan nyawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 13 Februari 2015

Pramuka



simpul ikatan dan jerat pramuka 

 di atas tadi gambar berbagaii simpul dan ikatan
Beberapa jenis tali yang digunakan umumnya pada kepramukaan adalah tali yang terbuat dari bahan nylon, yang mempunyai kelemahan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:
a. Ringan dan mudah diatur
b. Mudah dibuat simpul dengan kekuatan tarik yang merata
c. Mempunyai elastisitas yang tinggi dan meredan sentakan
d. Menyerap sedikit air
Serta kekurangan dari nylon yaitu:
a. Tidak tahan terhadap panas
b. Mudah meleleh pada temperature yang tinggi
Agar tali tahan lama dan dapt dipergunakan untuk jangka waktu yang panjang tali harus dan perlu diberi perlakuan khusus setelah dipakai kegiatan. Lakukan beberapa langkah berikut untuk pemeliharaan tali:
1. Kotoran/kerikil yang melekat pada tali dicuci dengan air dingin (tidak tahan terhadap panas) dan dikeringkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung (diangin-anginkan).
2. Tali harus dijauhkan dari bahan-bahan yang merusak tali, misalnya; air accu, oil, minyak, bahan-bahan kimia,dll.
3. Penyimpanan tali pada tempat/ruangan tertentu yang terhindar dari cahaya matahari secara langsung, dan diusahakan sirkulasi udara lancar dengan kelembaban rendah.
4. Tali disimpan dalam keadaan kering dan digantung dalam bentuk lingkaran atau gulungan yang secara sederhana dan mudah diurai kembali
Hasil bentukan dari tali, yaitu terdiri dari: simpul, ikat dan jerat. Simpul, ikatan, maupun jerat yang baik dan benar adalah simpul, ikatan, dan jerat yang dapat digunakan dengan kuat, tidak mudah lepas dan mudah untuk dilepas kembali. Dan kita akan membahasnya satu persatu.
A. SIMPUL
Simpul merupakan hasil bentukan dari tali atau dua utas tali. Macam-macam dari simpul yaitu:
1. Simpul hidup/ topi
Fungsi : Gunanya Untuk mengikat tiang.
2. Simpul mati
Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin.
3. Simpul pangkal
Fungsi : Gunanya untuk permulaan ikatan untuk mengikat tali pada tiang/kayu.
4. Simpul jangkar
Fungsi : Gunanya Untuk membuat tanduk darurat atau mengikat ember/timba.
5. Simpul Tarik
Fungsi : Gunanya Untuk turun kejurang atau dari atas pohon.
6. Simpul Laso
Fungsi :gunanya untuk mengikat leher binatang
7. Simpul Anyam
Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering.
8. Simpul Anyam Berganda
Fungsi :gunnanya untuk menyambung dua utas tali yang ukurannya tidak sama besar yang basah dan atau tidak licin
9. Anyaman rantai
Fungsi :gunanya untuk memendekkan tali
NB : 9 nomer di atas yang termasuk 10 simpul dasar
10. Simpul Ujung Tali
Fungsi : Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.
11. Simpul Tiang
Fungsi : Gunanya Untuk mengikat benda hidup/leher binatang agar yang diikat tidak terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada pohon agar binatang itu dapat bergerak bebas.
12. Simpul Kembar/Nelayan
Fungsi : Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin dan basah
13. Simpul Erat
Fungsi : Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.
14. Simpul Tambat
Fungsi : Gunanya Untuk memulai ikatan dan digunakan untuk menyeret balok.
15. Simpul Penarik
Fungsi : Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.
16. Simpul Gulung
Fungsi : Gunanya Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang lain dapat membantu menarik.
Gambar (step)
17. Simpul Kursi
Fungsi : Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan .
18. Simpul Pengunci
Fungsi : simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut.
19. Simpul Prusik
Fungsi :gunanya untuk naik tali
20. Simpul Tiang Berganda
Fungsi :Gunanya Untuk mengangkat atau menurunkan benda/manusia.
21. Simpul Tangga Tali
Fungsi : Gunanya Untuk membuat tangga tali.
B. IKATAN
Ikatan merupakan bentukan tali yang digunakan untuk mengikat dua benda. Macam-macam dari ikatan yaitu:
1. Ikatan Kaki Tiga
Fungsi : Untuk mengikat tiga tiang dalam pembuatan kaki tiga, jemuran.
2. Ikatan Palang
Fungsi : Untuk mengikat dua tiang yang bersilangan denga sudut 90 (siku-siku)
3. Ikatan Silang
Fungsi : Untuk mengikat dua buah tiang yang bersilangan tidak berbentuk siku.
4. Ikatan Sambung Tongkat
Fungsi : Untuk menyambung dua tiang agar lebih panjang.
5. Ikatan Canggah
Fungsi : Digunakan untuk mengikat dua tiang dalam pembuatan kuda-kuda.
C. JERAT
Jerat merupakan bentukan tali dari benda dengan tali. Macam-macam dari jerat yaitu:
1. Jerat Tiang Dua Mata
2. Jerat Bermata Tiga
3. Jerat Laso
4. Jerat Delapan
5. Jerat Tangga
6. Jerat Tambat
7. Jerat Kupu-Kupu



Ikatan Tangga


Ikatan tangga adalah ikatan yang digunakan saat membuat tangga tali. Dalam bahasa Inggris disebut marlin spike. 
 

Ikatan Kaki Tiga


Sesuai namanya, ikatan kaki tiga gunanya untuk mengikat tiga buah tongkat untuk membuat kaki tiga.
Jika digunakan 2 tongkat, maka caranya seperti ini:

Menyambung Dua Tongkat


Ikatan yang digunakan untuk menyambung dua tongkat disebut round lashing. Ikatan ini diawali dan diakhiri dengan ikatan pangkal.
Untuk menambah kekuatan sambungan, ikatan dibuat di dua tempat seperti ini:

Ikatan Palang

Ikatan palang berguna untuk mengikat 2 benda/ tongkat yang posisinya tegak lurus atau mendekati tegak lurus.

Ikatan Silang

Ditulis pada 19 November 2013
Simpul tiang digunakan untuk mengikat 2 tongkat/ batang yang tidak membentuk sudut tegak lurus.

Jerat Kembar/ Jerat Inggris


Jerat kembar (double fisherman lashing) digunakan untuk menyambung dua tali yang sama besar.

Simpul Tiang


Simpul tiang (bowline knot) menhasilkan loop tali yang tidak bisa membesar/ mengecil lagi. Kegunaannya antara lain:
§  Menambatkan tali pada tiang/ benda.
§  Mengikat leher binatang agar tidak tercekik.
§  Jika 2 simpul tiang dihubungkan bisa juga digunakan untuk menyambung tali.
Cara membuat simpul tiang:

Simpul Dasar


Ada 8 simpul dasar yang perlu kamu kuasai dalam mempelajari tali temali.

Overhand Knot

Overhand knot adalah simpul paling sederhana yang dibuat dari seutas tali. Kegunaannya untuk menjaga ujung tali agar tidak terurai dan bisa juga menjadi stoper (simpul yang membuat tali tidak bisa melewati lubang). Baca lebih lanjut 

Simpul Anyam (Sheet Bend)


Simpul anyam dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama sheet bend. Kegunaan simpul anyam adalah untuk menyambung 2 tali khususnya yang berbeda ukuran. Jika perbedaan ukuran terlalu besar, maka digunakan simpul anyam ganda (double sheet bend).
Cara membuat simpul anyam:
Buat loop dengan tali yang lebih besar diameternya (biru). Lalu masukkan ujung tali yang lebih kecil (merah) melalui bagian bawah lubang yang terbentuk. Tarik secukupnya untuk melingkarkan melalui bagian bawah tali berwarna biru. Baca lebih lanjut 

Simpul Hidup


Simpul hidup (noose knot) berguna untuk mengikatkan tali pada tiang. Kegunaan lainnya adalah untuk menjerat atau membuat jebakan bagi hewan-hewan kecil. Bagian lengkungan (loop) pada simpul hidup bisa membesar dan mengecil sehingga jika digunakan untuk mengikatkan tali pada tiang akan mudah saat melepaskannya. Inilah alasan kenapa simpul ini dinamakan simpul hidup. Sedangkan pada simpul mati (square knot) bagian lengkungan (loop) yang terbentuk tidak bisa membesar atau mengecil lagi.
Karena sifatnya itulah simpul hidup tidak boleh digunakan untuk mengikat leher binatang, apalagi pada leher manusia. Jika ditarik, simpul hidup bisa menjerat leher dan membahayakan nyawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar