Beberapa jenis tali yang digunakan umumnya pada
kepramukaan adalah tali yang terbuat dari bahan nylon, yang mempunyai kelemahan
dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:
a. Ringan dan
mudah diatur
b. Mudah dibuat
simpul dengan kekuatan tarik yang merata
c. Mempunyai
elastisitas yang tinggi dan meredan sentakan
d. Menyerap sedikit
air
Serta kekurangan dari nylon yaitu:
a. Tidak tahan
terhadap panas
b. Mudah meleleh
pada temperature yang tinggi
Agar tali tahan
lama dan dapt dipergunakan untuk jangka waktu yang panjang tali harus dan perlu
diberi perlakuan khusus setelah dipakai kegiatan. Lakukan beberapa langkah
berikut untuk pemeliharaan tali:
1. Kotoran/kerikil
yang melekat pada tali dicuci dengan air dingin (tidak tahan terhadap panas)
dan dikeringkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung
(diangin-anginkan).
2. Tali harus
dijauhkan dari bahan-bahan yang merusak tali, misalnya; air accu, oil, minyak,
bahan-bahan kimia,dll.
3. Penyimpanan
tali pada tempat/ruangan tertentu yang terhindar dari cahaya matahari secara
langsung, dan diusahakan sirkulasi udara lancar dengan kelembaban rendah.
4. Tali disimpan
dalam keadaan kering dan digantung dalam bentuk lingkaran atau gulungan yang
secara sederhana dan mudah diurai kembali
Hasil bentukan dari tali, yaitu terdiri dari: simpul,
ikat dan jerat. Simpul, ikatan, maupun jerat yang baik dan benar
adalah simpul, ikatan, dan jerat yang dapat digunakan dengan kuat, tidak mudah
lepas dan mudah untuk dilepas kembali. Dan kita akan membahasnya satu
persatu.
A. SIMPUL
Simpul
merupakan hasil bentukan dari tali atau dua utas tali. Macam-macam dari simpul
yaitu:
1. Simpul hidup/
topi
Fungsi :
Gunanya Untuk mengikat tiang.
2. Simpul mati
Fungsi :
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin.
3. Simpul pangkal
Fungsi :
Gunanya untuk permulaan ikatan untuk mengikat tali pada tiang/kayu.
4. Simpul jangkar
Fungsi :
Gunanya Untuk membuat tanduk darurat atau mengikat ember/timba.
5. Simpul Tarik
Fungsi :
Gunanya Untuk turun kejurang atau dari atas pohon.
6. Simpul Laso
Fungsi :gunanya
untuk mengikat leher binatang
7. Simpul Anyam
Fungsi :
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam
keadaan kering.
8. Simpul Anyam
Berganda
Fungsi :gunnanya
untuk menyambung dua utas tali yang ukurannya tidak sama besar yang basah
dan atau tidak licin
9. Anyaman rantai
Fungsi :gunanya
untuk memendekkan tali
NB : 9 nomer di
atas yang termasuk 10 simpul dasar
10. Simpul Ujung
Tali
Fungsi :
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.
11. Simpul Tiang
Fungsi :
Gunanya Untuk mengikat benda hidup/leher binatang agar yang diikat tidak
terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada pohon agar
binatang itu dapat bergerak bebas.
12. Simpul
Kembar/Nelayan
Fungsi :
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan
licin dan basah
13. Simpul Erat
Fungsi :
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.
14. Simpul Tambat
Fungsi :
Gunanya Untuk memulai ikatan dan digunakan untuk menyeret balok.
15. Simpul Penarik
Fungsi :
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar.
16. Simpul Gulung
Fungsi :
Gunanya Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang lain dapat membantu
menarik.
Gambar (step)
17. Simpul Kursi
Fungsi :
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan .
18. Simpul Pengunci
Fungsi :
simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari
ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut.
19. Simpul Prusik
Fungsi :gunanya
untuk naik tali
20. Simpul Tiang
Berganda
Fungsi :Gunanya
Untuk mengangkat atau menurunkan benda/manusia.
21. Simpul Tangga
Tali
Fungsi :
Gunanya Untuk membuat tangga tali.
B. IKATAN
Ikatan
merupakan bentukan tali yang digunakan untuk mengikat dua benda. Macam-macam
dari ikatan yaitu:
1. Ikatan Kaki
Tiga
Fungsi :
Untuk mengikat tiga tiang dalam pembuatan kaki tiga, jemuran.
2. Ikatan Palang
Fungsi :
Untuk mengikat dua tiang yang bersilangan denga sudut 90⁰ (siku-siku)
3. Ikatan Silang
Fungsi :
Untuk mengikat dua buah tiang yang bersilangan tidak berbentuk siku.
4. Ikatan Sambung
Tongkat
Fungsi :
Untuk menyambung dua tiang agar lebih panjang.
5. Ikatan Canggah
Fungsi :
Digunakan untuk mengikat dua tiang dalam pembuatan kuda-kuda.
C. JERAT
Jerat merupakan
bentukan tali dari benda dengan tali. Macam-macam dari jerat yaitu:
1. Jerat Tiang
Dua Mata
2. Jerat Bermata
Tiga
3. Jerat Laso
4. Jerat Delapan
5. Jerat Tangga
6. Jerat Tambat
7. Jerat Kupu-Kupu
Ikatan Tangga
Ikatan tangga adalah ikatan yang digunakan saat membuat tangga tali. Dalam
bahasa Inggris disebut marlin
spike.
Ikatan Kaki Tiga
Sesuai namanya, ikatan kaki tiga
gunanya untuk mengikat tiga buah tongkat untuk membuat kaki tiga.
Jika digunakan 2 tongkat, maka caranya
seperti ini:
Menyambung Dua Tongkat
Ikatan yang digunakan untuk menyambung dua tongkat disebut round lashing. Ikatan ini
diawali dan diakhiri dengan ikatan pangkal.
Untuk menambah kekuatan sambungan,
ikatan dibuat di dua tempat seperti ini:
Ikatan Palang
Ikatan palang berguna untuk mengikat 2
benda/ tongkat yang posisinya tegak lurus atau mendekati tegak lurus.
Ikatan Silang
Simpul tiang digunakan untuk mengikat 2 tongkat/ batang yang
tidak membentuk sudut tegak lurus.
Jerat Kembar/ Jerat Inggris
Jerat kembar (double fisherman lashing) digunakan untuk
menyambung dua tali yang sama besar.
Simpul Tiang
Simpul
tiang (bowline knot) menhasilkan loop tali yang tidak bisa membesar/ mengecil
lagi. Kegunaannya antara lain:
§ Menambatkan tali pada tiang/ benda.
§ Mengikat leher binatang agar tidak
tercekik.
§ Jika 2 simpul tiang dihubungkan bisa
juga digunakan untuk menyambung tali.
Cara
membuat simpul tiang:
Simpul Dasar
Ada 8
simpul dasar yang perlu kamu kuasai dalam mempelajari tali temali.
Overhand Knot
Overhand knot adalah
simpul paling sederhana yang dibuat dari seutas tali. Kegunaannya untuk menjaga
ujung tali agar tidak terurai dan bisa juga menjadi stoper (simpul yang membuat
tali tidak bisa melewati lubang). Baca lebih lanjut
Simpul Anyam (Sheet Bend)
Simpul anyam dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama sheet
bend. Kegunaan simpul anyam adalah untuk menyambung 2 tali khususnya yang
berbeda ukuran. Jika perbedaan ukuran terlalu besar, maka digunakan simpul
anyam ganda (double sheet bend).
Cara membuat simpul anyam:
Buat loop dengan tali
yang lebih besar diameternya (biru). Lalu masukkan ujung tali yang lebih kecil
(merah) melalui bagian bawah lubang yang terbentuk. Tarik secukupnya untuk
melingkarkan melalui bagian bawah tali berwarna biru. Baca lebih lanjut
Simpul Hidup
Simpul hidup (noose knot) berguna untuk
mengikatkan tali pada tiang. Kegunaan lainnya adalah untuk menjerat atau
membuat jebakan bagi hewan-hewan kecil. Bagian lengkungan (loop) pada simpul
hidup bisa membesar dan mengecil sehingga jika digunakan untuk mengikatkan tali
pada tiang akan mudah saat melepaskannya. Inilah alasan kenapa simpul ini
dinamakan simpul hidup. Sedangkan pada simpul mati (square knot) bagian
lengkungan (loop) yang terbentuk tidak bisa membesar atau mengecil lagi.
Karena sifatnya itulah
simpul hidup tidak boleh digunakan untuk mengikat leher binatang, apalagi pada
leher manusia. Jika ditarik, simpul hidup bisa menjerat leher dan membahayakan
nyawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar